

Baca ini juga :
http://ismki.org/wp-content/uploads/2014/06/Hasil-Diskusi-Masa-Depan-Uji-Kompetensi-Dokter-Indonesia.pdf
dari : http://ismki.org
http://ismki.org/wp-content/uploads/2014/06/Hasil-Diskusi-Masa-Depan-Uji-Kompetensi-Dokter-Indonesia.pdf
dari : http://ismki.org
Coba bayangkan buih di lautan? Anda tahu bagaimana bukan? Buih yang tak terhitung volumenya itu digerakkan ombak tanpa tahu arah, yang buih tahu hanya menyambar mendekati pasir putih dan setelah itu ditarik kembali menjauh dari pasir putih, bak memiliki magnet untuk pergi menjauh. Anda tahu buih? Coba anda bayangkan bagaimana ia datang menerpa dibawa desiran ombak, mengikut saja. Tanpa tahu arah. Tanpa tahu arah.
Apa makna dari segelintir kutipan diatas? Maaf ini pertanyaan kuno. Tapi coba baca lagi jika anda belum memahami.
Kalaulah anda memahami, buih itu ialah sebagian besar dari kita saat ini. Ialah kita di jaman modern ini. Buih itu sebagian besar dari kita di jaman yang katanya revolusi ini. Mengapa buih? Karena buih yang volumenya tidak terhitung bagaikan sebagian besar jumlah dari kita yang begitu banyak di era pertumbuhan penduduk saat ini. Buih diam saja digerakkan ombak, mencicipi pasir putih sesaat. Sama seperti kita yang kebanyakan dari kita apatis digerakkan oleh sistem maupun kebijakan,










